INFO SOSIALISASI

Jaringan Irigasi Perpipaan

Deskripsi

Pada tahun 2010 yang lalu, terjadi erupsi gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta-Jawa Tengah. Erupsi tersebut mengeluarkan material gunung berapi seperti lava, pasir, serta batu dalam jumlah yang sangat besar. Pasca erupsi masih ada bahaya yang mengancam terutama pada musim hujan yaitu banjir debris yang salah satunya menerjang Kali Putih di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Banjir yang membawa material seperti pasir dan batu besar mempunyai daya rusak yang tinggi.

Desa Srumbung menjadi salah satu daerah yang terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.  Pasca erupsi, bahaya akan banjir debris mengancam terutama pada musim hujan. Banjir debris yang salah satunya menerjang Kali Putih di Kabupaten Magelang membawa material seperti pasir dan batu besar mempunyai daya rusak yang tinggi.

Selain merusak permukiman yang berada di bantaran sungai, banjir debris ini juga merusak  intake /sungapan irigasi pipa yang yang bersumber di Kali Putih, dan hal ini berakibat pada tidak dapat beroperasinya irigasi perpipaan seperti yang terjadi di Desa Srumbung. Rusaknya saluran irigasi perpipan ini mengakibatkan sawah petani Desa Srumbung tidak dapat terairi secara maksimal serta pola tanam belum optimal.

Salah satu solusi terhadap permasalahan tersebut adalah teknologi irigasi perpipaan. Teknologi ini dikembangkan sejak tahun 2013 oleh Balai Irigasi Puslitbang SDA. Kegiatan penerapan irigasi pipa adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi hasil Balitbang Kementerian PUPR dan mengatasi permasalahan air akibat dari penggunaan air yang tidak berimbang dan mengantisipasi konflik akibat kelangkaan air.

Irigasi perpipaan adalah sistem irigasi yang penyalurannya menggunakan bahan pipa sebagai sarana pendistribusian air yang lebih efisien dan kehilangan air di sepanjang saluran dapat diminimalkan. Irigasi pipa juga lebih mudah diatur dan diukur. Selanjutnya operasi dan pemeliharaan (OP) teknologi jaringan irigasi perpipaan yang telah terbangun akan dilakukan melalui kelompok tani setempat. 

Irigasi perpipaan ini menggunakan sistem pengaliran gravitasi, yaitu air irigasi didistribusikan ke daerah layanan dengan memanfaatkan tekanan akibat gaya gravitasi.

Keunggulan teknologi jaringan irigasi perpipaan antara lain:

  1. Proses pemasangan yang relatif mudah
  2. Perawatan yang sederhana
  3. Bahan baku mudah diperoleh
  4. Meningkatkan efisiensi penyaluran menjadi sebesar 98.99% serta debit air 17,18 liter/detik